MUARASABAK-Untuk meningkatkan produksi beras lokal Kabupaten Tanjabtim, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tanjabtim akan mengupayakan peremajaan peralatan pengilingan padi bagi Kelompok Tani.
Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tanjabtim, Mustafa mengungkapkan, bahwa alat pengilingan padi yang dikelola oleh Kelompok Tani saat ini kualitasnya masih rendah. Karena pengilingan padi tersebut masih mengunakan alat RMU 1 Pas. ‘’Alat penggilingan RMU 1 Pas ini, dalam satu Ton padi hanya menghasilkan beras sekitar 62,74 persen. Bila ini tidak ditingkatkan, produksi beras kita tidak akan meningkat tajam, sebab padi yang digiling banyak yang menjadi dedak,’’ ungkapnya, Rabu (1/3).
Jika menggunakan pengilingan padi dengan kapasitas RMU 2 Pas, dalam satu Ton padi atau gabah yang diproses dapat memproduksi beras sekitar 69 hingga 70 persen. Maka dari itu, sebagian mesin pengilingan yang masih mengunakan RMU 1 Pas akan diremajakan. ‘’Menyangkut peremajaan alat pengilingan padi RMU 1 Pas ini, akan kita ajukan ke Pemprov, Pusat maupun Pemkab sendiri,’’ katanya.
Mneurutnya, dari 242 gudang penggilingan padi yang terdapat di Tanjabtim ini, hanya sekitar 135 gudang pengilingan padi yang telah mengunakan mesin RMU 2 Pas dan RMU 3 Pas. Yang mana dari 135 penggilingan itu, sekitar 5 unit gudang pengilingan padi telah mengunakan RMU 2 Pas. Sedangkan 130 unit gudang penggilingan lagi telah mengunakan mesin pengiling padi dengan kapasitas RMU 3 Pas. ‘’Peremajaan ini untuk meningkatkan mutu hasil pertanian, peningkatan perekonomian petani dan peningkatan produksi beras tersebut. Contoh, dengan 24 gudang, stok beras yang dihasilkan setelah proses konversi sebanyak 1,232,77 Ton dalam satu tahunnya, dan inilah yang dibutuhkan,’’ tukasnya.
Di Tanjabtim, Warga Kurang Mampu Dibantu Peralatan untuk Membuka Usaha