eNewsTimE.id, Tanjabtim - Benarkah Kabupaten Tanjung Jabung Timur telah berubah menjadi “surga dunia” bagi peredaran rokok ilegal?
Pertanyaan ini mencuat seiring semakin maraknya berbagai merek rokok tanpa cukai yang beredar bebas di pasaran, seolah tak tersentuh hukum.
Pantauan di lapangan menunjukkan rokok ilegal kini dengan mudah ditemukan. Produk-produk tersebut bahkan dipajang terang-terangan di etalase toko, tanpa rasa khawatir akan penindakan. Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar: di mana peran pengawasan dari pihak berwenang, khususnya Bea dan Cukai Provinsi Jambi?
Padahal, penerimaan dari cukai rokok merupakan salah satu sumber penting dalam mendukung pembangunan, baik di tingkat nasional maupun daerah. Ironisnya, di tengah harapan tersebut, rokok ilegal justru bebas keluar masuk pasar tanpa hambatan berarti.
Apakah ini bentuk kelalaian, atau ada kendala serius di lapangan?
Jika alasan klasik seperti keterbatasan personel menjadi hambatan, kolaborasi lintas instansi seharusnya bisa menjadi solusi. Sinergi antara Bea dan Cukai, kepolisian, serta pemerintah daerah dinilai penting untuk menekan laju peredaran barang ilegal tersebut.
Namun hingga kini, peredaran rokok ilegal di Tanjabtim masih terkesan seperti “keran terbuka” yang sulit ditutup, mengalir deras demi keuntungan segelintir pihak.
Masyarakat pun kini menanti langkah nyata dan tegas dari aparat terkait. Akankah praktik ini terus dibiarkan, atau segera dihentikan sebelum kerugian negara semakin besar?
Tahun Perdana Visi MERATA, Pemkab Tanjabtim Akui Masih Ada Kekurangan dalam LKPJ 2025
PENGUMUMAN SELEKSI CALON KOMISARIS DAN DIREKSI PT BUMI JABUNG SEJAHTERA (PERSERODA) TAHUN 2026
Merasa Diintimidasi Klaim PT Agrinas, Warga Pandan Sejahtera Mengadu ke Pemerintah Desa
Soal Sampah di Tanjab Timur, Aktivis Lingkungan Angkat Bicara
Gara-Gara Beritakan Alat Berat di Polsek Jangkat, Dua Wartawan Diselidiki Polisi
Perpustakaan dan Kearsipan Tanjabtim Mulai Membuka Tabir Muarasabak
Dispersip Tanjabtim Bedah Buku “Bangsa Pelaut”, Hidupkan Napas Literasi dan Sejarah Sabak