JAMBI, eNewsTimE.id - Romi Hariyanto dan Cek Endra (CE), usai Shalat Jumat hari ini (10/6/2022) makan siang bersama, di kediaman CE, di bilangan Telanaipura, Kota Jambi.
Tidak jelas apa yang dibicarakan keduanya. Namun pertemuan dua tokoh politik Jambi di tengah isu menghadapi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jambi 2024 patut jadi pertanyaan.
Waktu keluar dari kediaman CE sekitar pukul 14.05 WIB Romi bergegas naik ke mobil Toyota Fortuner kelir hitam dan kembali ke Muarasabak.
Dihubungi lewat telepon genggamnya, Romi hanya mengaku pertemuan itu adalah pertemuan biasa. Silaturahmi antara dirinya kepada senior. Apalagi Romi belum pernah bertemu CE sejak Ketua DPD I Golkar Jambi itu purna tugas sebagai Bupati Sarolangun. Apakah ada pembicaraan tentang arah politik Jambi 2024 ? Romi tak membantah. Dikatakannya tidak mungkin dia berbohong bahwa pertemuan tersebut tidak membahas politik.
Menurutnya wajar bicara politik ketika dua tokoh politik bertemu. Namun ditegaskannya, sejauh ini tidak ada yang spesifik tentang Pilgub Jambi. Romi secara tersirat mengungkap adanya kesamaan pandangan dalam arah politik. “Pilgub belum lah, tapi yang jelas kami sudah satu persepsi dan Insya Allah satu visi,” ucapnya di ujung telepon.
Fenomena pertemuan Romi-CE ini tentu menjadi isu panas mengingat keduanya adalah seteru dalam Pilgub Jambi 2020 lalu. Romi berada di barisan Al Haris-Abdullah Sani, sedangkan CE adalah rival kandidat itu berpasangan dengan Ratu Munawarroh. Sulit dielak bahwa pertemuan Romi-CE hari ini terkait erat dengan isu retaknya hubungan Romi dan Gubernur Al Haris.
Romi yang saat ini merupakan tokoh dari timur, sementara CE adalah refresentasi masyarakat barat Provinsi Jambi, bisa dianggap sebagai simbol perlawanan terhadap Al Haris, Gubernur Jambi saat ini.
Mursyid Sonsang, Ketua IKA Lemhanas Provinsi Jambi, melihat pertemuan jelang tahun politik itu sebagai bagian dari pencerahan dan signal kuat terkait Pilgub Jambi 2024.
Namun, kata Mursyid, hal tersebut harus dilihat dari sisi positif, bahwa membangun kesamaan visi untuk kemajuan Jambi sangat layak dilakukan. “Saya tidak tahu bahasan persis kedua tokoh politik itu, namun saya berkeyakinan keduanya menyoroti isu-isu Jambi terkini dan bisa saja ada pembicaraan kearah 2024. Jangan lupa keduanya orang Parpol yang tentu punya tanggungjawab menghadapi Pemilu legislatif 2024. Saya kira itu cukup baik dan pertemuan dua mantan seteru itu harus dimaknai pula sebagai simbol politik yang dinamis dan dewasa,” kata Mursyid, di Jambi, Jumat siang.
Ditambahkan Mursyid, jika memang pertemuan tersebut sampai spesifik membahas Pilgub Jambi 2024, sebaiknya dilihat dari sisi positif saja. Karena menurut mantan Ketua PWI Provinsi Jambi ini, memang sebaiknya koalisi dalam kontestasi politik itu dipersiapkan jauh-jauh hari.
Hal itu guna penyamaan persepsi sehingga ketika nanti melangkah bersama semua tidak dilakukan secara instan. “Kebanyakan koalisi instan apalagi di penghujung tenggat itu tidak sehat, begitu menang hanya beberapa bulan kemudian sudah pecah. Tentu ini tidak sehat dan berdampak buruk pada pemerintahan yang dijalankan keduanya,” tukas Mursyid.
Kampung Bantar Kelurahan Rajawali Kota Jambi gelar Halal Bi Halal 6
Polres Tanjabtim Pastikan Kenyamanan dan Keamanan Masyarakat 6
Para Kades Kumpul di Tanjabtim, Beredar Isu Romi Galang Dukungan Pilgub
Melalui Kuasa Hukumnya, KPU Tanjabtim Ajukan Praperadilan Ke Pengadilan Negeri