Bupati Romi Beri Wawasan Kebangsaan kepada Pelajar



Senin, 11 Desember 2017 | 21:38:45 WIB



Bupati Tanjabtim Romi Hariyanto saat memberikan wawasan kebangsaan kepada para pelajar
Bupati Tanjabtim Romi Hariyanto saat memberikan wawasan kebangsaan kepada para pelajar MAULANA/NT

MUARASABAK, eNewsTimE.co - Dalam krisis nasionalisme yang dihadapi oleh pelajar saat ini, Bupati Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), H. Romi Hariyanto,SE, meluangkan waktu untuk memberikan pelajaran wawasan tentang kebangsaan dan kuis berupa pertanyaan sejarah serta nama-nama Pahlawan kepada pelajar, di Gedung Nasional, Kecamatan Muarasabak Timur, Senin (11/12).

 

Acara tersebut diikuti oleh ratusan pelajar dari tingkat SD, SMP hingga SMA sederajat. Selain Bupati, Pabung Tanjabtim, Kapten Sartono juga memberikan wawasan kebasangsaan dan Yel-Yel penyemangat. Dipandu langsung oleh Pabung, para pelajar tampak bersemangat dengan menyuarakan Yel-Yel tersebut. 

Bupati Tanjabtim, Romi Hariyanto dihadapan pelajar dan guru menyampaikan, krisis nasionalisme ini sudah terjadi di seluruh Indonesia, khususnya di Kabupaten Tanjabtim. Karena untuk wawasan kebangsaan kurang diperhatikan untuk perkembangan anak. Padahal dengan mengetahui tentang sejarah-sejarah bangsa Indonesia, anak bisa berpikir bagaimana perjuangan para Pahlawan.

Secara tidak langsung saat ini Indonesia masih dijajah oleh bangsa asing dengan masuknya budaya asing ke Indonesia. ‘’Seperti pergaulan bebas dan yang lainnya. Sudah banyak budaya asing masuk ke sini, itu yang harus kita jaga untuk anak-anak kita. Jangan sampai anak-anak kita bisa lebih terpengaruh lagi,’’ kata Bupati Romi. 

Selain itu, canggihnya teknologi sekarang juga membuat anak-anak menjadi lupa dengan sejarah Indonesia. Diakuinya, memang semua orang butuh tekhnologi untuk informasi, tapi bukan untuk hal yang tidak bermanfaat. ‘’Saat ini kita tidak anti dengan tekhnologi, tapi kita jangan diperbudak oleh tekhnologi,’’ ujarnya. 

Dia juga menyayangkan sikap para pelajar saat ini yang kurang sopan terhadap gurunya. Dulu siswa itu paling takut sama gurunya, namun sekarang gurunya yang takut sama muridnya. ‘’Hal ini memang sudah jauh berbeda dengan zaman dulu waktu saya masih duduk di bangku sekolah. Saya paling takut yang namanya guru. Jadi apapun kata guru, saya turuti. Mungkin sudah tidak terhitung lagi berapa penggaris besar yang dipukul guru saya, tapi tetap saya takut dan tidak berani saya mengadu ke orang tua. Tapi sekarang tidak, cuma dijewer saja langsung mengadu ke orang tua,’’ ungkapnya. 

Untuk itu, dia berharap kepada seluruh pelajar di Kabupaten Tanjabtim, hargailah dan sopan santunlah terhadap guru, ‘’Karena tanpa ada jasa gurumu, kamu tidak akan bisa sukses masa depanmu nanti. Dan saya juga berharap, para guru bisa mendidik siswanya lebih baik lagi. Guru juga harus selalu memberikan pelajaran tentang sejarah-sejarah Indonesia, agar mereka (pelajar, red) bisa terus ingat sampai dia tua nanti,’’ harapnya. 

Kegiatan yang mengangkat tema "Memperkuat Karakter Bangsa dalam Membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)" tersebut, dihadiri Pabung Tanjabtim, Kapten Sartono, Anggota DPRD Tanjabtim, Yudi Hariyanto, sejumlah Kepala OPD dan puluhan guru se Kecamatan Muarasabak Timur.


Penulis: MAULANA
Editor: BENI MURDANI
Sumber: eNewsTimE.co


Advertisement