Diserbu Investor Eropa! Tanjabtim Siap Meledak Jadi Raja Industri Kelapa Dunia



Selasa, 14 April 2026 | 10:42:54 WIB



eNewsTimE.id, Tanjabtim - Gelombang investor Eropa mulai “mendarat” di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), menandai babak baru transformasi besar-besaran sektor kelapa. 

Daerah pesisir di Provinsi Jambi ini kini diproyeksikan menjadi pusat industri kelapa kelas dunia melalui skema hilirisasi terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Momentum ini bukan kebetulan, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Tanjabtim, Riqo Yudawirja, menegaskan masuknya investor asing merupakan hasil kerja kolaboratif antara pemerintah, tim ahli nasional, hingga jejaring global yang terhubung dalam program strategis nasional.

“Ini peluang emas. Tanjabtim punya kekuatan besar untuk naik kelas menjadi pusat industri kelapa dunia,” tegas Riqo, Selasa (14/4/2026).

Percepatan ini didorong oleh keterlibatan Tim Expert ROEKI bersama Satuan Tugas Perencanaan dan Percepatan Hilirisasi Tanaman Kelapa dari Kementerian PPN/Bappenas. Dukungan juga datang dari BRIN dan Kantor Staf Presiden, memperkuat posisi Tanjabtim dalam peta komoditas strategis nasional.

Saat ini, Tanjabtim tercatat sebagai salah satu dari tiga besar penghasil kelapa nasional. Namun potensi besar tersebut selama ini belum tergarap optimal. Hilirisasi menjadi kunci untuk mengangkat nilai tambah sekaligus membuka akses pasar global.

Keseriusan investor mulai terlihat nyata di lapangan. Investor asal Jerman, Phillip Wallat, bahkan memilih tinggal bersama petani di Kelurahan Tanjung Solok, Kecamatan Kuala Jambi, guna memahami langsung proses produksi dan kondisi sosial masyarakat.

Sementara itu, investor Belgia, Marc Van Dael, juga aktif menjajaki peluang industri kelapa terpadu. Didampingi Galih Barata dari Yayasan Roemah Kelapa Indonesia, mereka menelusuri berbagai lokasi potensial, termasuk Desa Alang-Alang, Kecamatan Sabak Timur.

Menariknya, pihak Belgia disebut memiliki kapasitas bisnis hingga 1.000 kontainer per tahun—angka yang membuka peluang ekspor dalam skala besar dari Tanjabtim ke pasar internasional.

“Bahkan sabut kelapa bisa jadi produk bernilai tinggi. Yang dibutuhkan sekarang adalah teknologi, kawasan industri, dan dukungan berkelanjutan,” jelas Riqo.

Pemerintah daerah pun tidak tinggal diam. Saat ini tengah disiapkan pembangunan kawasan industri kelapa terintegrasi yang akan terhubung langsung dengan pelabuhan samudra. Skema investasi sepenuhnya ditanggung investor, sementara pemerintah fokus pada penyediaan lahan, perizinan, dan penguatan regulasi.

“Sekarang atau tidak sama sekali,” tegas Riqo.

Masuknya investor asing ini juga tidak lepas dari peran Yayasan Roemah Kelapa Indonesia yang memiliki jaringan luas dalam mendorong hilirisasi kelapa nasional.

Sebelumnya, pada 2025, Pemkab Tanjabtim juga sukses menarik investasi sektor kelapa sawit senilai Rp460 miliar, mencakup pembangunan pabrik di Simpang Kiri dan Parit Culum.

Dengan tren investasi yang terus meningkat, Tanjabtim kini berada di ambang lompatan besar. Jika seluruh rencana berjalan, daerah ini tak hanya menjadi pemain nasional, tetapi juga kekuatan baru industri kelapa dunia yang berdampak langsung pada lapangan kerja dan kesejahteraan masyarakat.


Penulis: Akhmad
Sumber: eNewsTimE.id

Advertisement