Tambang Ilegal Ancam Air Bersih dan Wisata, Warga Batang Asai Sarolangun Mulai Resah

Masyarakat Harapkan APH Bertindak


Jumat, 06 Februari 2026 | 23:48:02 WIB



Diduga Kegiatan PETI Yang Membuat Resah Masyarakat
Diduga Kegiatan PETI Yang Membuat Resah Masyarakat

Sarolangun, eNewsTimE.id - Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Sarolangun kian meresahkan warga. Di Kecamatan Batang Asai, tepatnya Desa Muara Pemuat, praktik ilegal tersebut mulai menimbulkan dampak sosial serius serta ancaman kerusakan lingkungan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Keluhan datang dari warga Desa Muara Pemuat hingga Desa Muara Cuban. Bahkan, situasi disebut semakin memanas setelah muncul dugaan akan bertindak anarkis dari sebagian warga yang mengaku siap membakar alat berat jenis excavator yang digunakan untuk aktivitas pengerukan tambang ilegal bila tidak ditertibkan secara Hukum.

“Kami sangat membutuhkan air sungai. Sekarang dengan adanya penambang ilegal, mau cari air bersih ke mana lagi?” ujar Iin Chadra, warga Desa Muara Cuban, saat dihubungi awak media.

Ia mengungkapkan, kondisi air Sungai Batang Ngai kini bukan hanya keruh, tetapi diduga telah tercemar bahan kimia berbahaya seperti air raksa. Padahal, sungai tersebut menjadi sumber utama kehidupan warga.

“Air ini kami pakai untuk minum, mencuci beras, mencuci pakaian, sampai mandi. Ini sangat membahayakan,” tegasnya.

Tak hanya berdampak pada kebutuhan dasar masyarakat, pencemaran sungai juga mengancam sektor wisata lokal yang selama ini menjadi sumber penghidupan warga. Sungai Batang Ngai diketahui dikelola masyarakat sebagai destinasi wisata pemandian alami, seperti Telun Mombung, Telun Pauh, dan Telun Beringin.

“Kami minta media nasional ikut mendorong aparat penegak hukum agar menindak tegas perusak lingkungan ini,” tambah Iin.

Hal senada disampaikan Edi S. Latief, pengelola wisata di Desa Muara Cuban sekaligus aktivis lingkungan. Ia menyayangkan masih maraknya aktivitas PETI di perairan Sungai Batang Ngai dan Sungai Batang Asai.

“Dampaknya langsung ke masyarakat. Wisata ini bukan hanya menggerakkan ekonomi, tapi juga membuka lapangan kerja bagi anak-anak muda yang sebelumnya menganggur,” ujarnya.

Menurut Edi, pihaknya telah melaporkan aktivitas ilegal tersebut melalui media sosial agar menjadi perhatian aparat penegak hukum. Ia menilai pembiaran terhadap PETI sama saja dengan mematikan masa depan masyarakat.

“Kalau wisata ini hancur, kami sangat mengutuk para penambang ilegal, termasuk aparat pemerintah dan penegak hukum yang membiarkan,” tegasnya.

Sorotan juga datang dari tingkat nasional. Ketua Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI), Andi Mulyati, SE, menyatakan akan mendorong aparat penegak hukum di Sarolangun agar segera bertindak.

“Saya sangat menyayangkan jika aparat penegak hukum di sana tidak peka terhadap aktivitas ilegal ini. Jangan-jangan aparat juga ikut menikmati hasilnya?” ujarnya tegas.

Ia menegaskan, masyarakat sangat membutuhkan sungai yang bersih, baik untuk konsumsi maupun aktivitas ekonomi. Karena itu, pihaknya berencana membawa persoalan PETI Sarolangun ke tingkat yang lebih tinggi.

“Saya akan membawa masalah ini ke Kapolri, Menteri ESDM, bahkan ke Presiden Republik Indonesia,” katanya.

Andi Mulyati juga mengapresiasi langkah warga yang membangun dan mengelola wisata berbasis alam.

“Ini bentuk perlawanan nyata terhadap PETI. Selain meningkatkan ekonomi, wisata juga menjadi benteng perlindungan lingkungan,” pungkasnya.

 


Penulis: Tim
Editor: Akhmad SF
Sumber: eNewsTimE.id

Advertisement