Aliansi Pemuda Peduli Lingkungan Merangin Pertanyakan Pinjam Pakai BB Alat Berat PETI



Rabu, 04 Februari 2026 | 22:48:15 WIB



Merangin, eNewsTimE.id - Aliansi Pemuda Peduli Lingkungan Merangin mempertanyakan kebijakan pinjam pakai barang bukti (BB) alat berat hasil penertiban aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Merangin, Rabu (4/2/2026).

Aliansi yang dipimpin Sandra Wandi itu menyampaikan empat poin tuntutan kepada aparat penegak hukum, khususnya Polres Merangin.

Pertama, mereka meminta penjelasan secara transparan terkait alasan Kasat Reskrim meminjamkan kembali barang bukti alat berat kepada pihak pemilik.

Kedua, menuntut ketegasan Kapolres Merangin dalam menyikapi persoalan tersebut.

Ketiga, meminta kepolisian agar lebih cepat dan serius menangani berbagai persoalan hukum yang terjadi di tengah masyarakat.

Keempat, mempertanyakan mengapa aktivitas PETI di Merangin hingga kini belum mampu dihentikan secara tuntas dan meminta penjelasan terbuka kepada publik.

Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa mendapat penjelasan bahwa alasan barang bukti alat berat dipinjamkan kembali karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

“Bahwa barang bukti itu bernilai ekonomis sangat tinggi, sehingga dititipkan kembali kepada pemilik alat yang sah,” ungkap salah satu perwakilan aparat kepada massa aksi.

Namun demikian, Aliansi menyoroti bahwa alat berat tersebut merupakan hasil operasi tim gabungan pada pertengahan tahun 2025 lalu. 

Bahkan, Kejaksaan Negeri Merangin disebut telah dua kali meminta Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) hingga Jumat (12/12/2025).

“Kemudian alat ini sebenarnya sedang berproses di Kejaksaan Negeri Merangin, namun prosesnya tergantung,” kata Sandra Wandi.

Menurutnya, belum berjalannya penanganan perkara ini disebabkan Kasi Pidum belum melakukan serah terima jabatan (sertijab), sementara Kajari tengah menjalankan ibadah umrah.

“Alasannya menunggu ibu Kajari umrah,” terangnya.

Aliansi menegaskan proses hukum harus segera dilanjutkan setelah sertijab Kasi Pidum dilaksanakan.

“Kami bukan berhenti sampai di sini saja. Jika persoalan ini tidak diselesaikan, kami akan melakukan aksi lanjutan dengan skala yang lebih besar,” pungkas Wandi.


Penulis: Tim
Sumber: eNewsTimE.id

Advertisement