eNewsTimE.Id, Muaro Jambi - DPRD Kabupaten Muaro Jambi bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Muaro Jambi.
Sidak tersebut mengungkap persoalan serius pada infrastruktur utama PDAM yang berdampak langsung pada layanan air bersih bagi ribuan warga, khususnya di kawasan padat penduduk Mendalo.
Kerusakan pompa intake, pipa transmisi yang bermasalah, hingga pasokan listrik Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang belum memadai menjadi temuan utama dalam sidak tersebut. Kondisi ini menyebabkan distribusi air tidak optimal dan kerap terhenti di sejumlah wilayah.
Anggota DPRD Muaro Jambi dari Fraksi PAN, Ulil Amri, menegaskan bahwa persoalan air bersih kini menjadi perhatian serius Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno, pasca dilantik. Menurutnya, air minum merupakan pelayanan dasar yang tidak boleh lagi ditunda penyelesaiannya.
“Jumlah pelanggan PDAM sekitar 18 ribu, dan hampir 11 ribu berada di Mendalo. Kalau intake bermasalah, dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut,” tegas Ulil.
Ia menyebut, masalah paling krusial berada di intake PDAM. Pompa air dinilai sudah tidak optimal, jaringan pipa transmisi mengalami gangguan, serta daya listrik IPA masih menggunakan jalur umum yang rawan pemadaman.
“Kondisi ini membuat distribusi air tidak maksimal. Di jalur sekolah dan kawasan Mendalo, air sering tidak mengalir. Ini sudah masuk kategori darurat pelayanan,” ujarnya.
Sebagai langkah tindak lanjut, DPRD bersama PUPR dan manajemen PDAM sepakat membagi penanganan ke dalam dua skema, yakni jangka pendek dan jangka panjang. Untuk jangka pendek, DPRD mendorong pengadaan pompa baru, peningkatan daya listrik, serta pengalihan jalur listrik IPA ke jalur khusus agar distribusi air lebih stabil.
Sementara itu, solusi jangka panjang diarahkan pada pembangunan intake baru. Ulil menyebut rencana tersebut telah masuk dalam daftar Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dengan nilai kelayakan di atas 90 persen.
“Kita berharap dukungan anggaran pusat bisa terealisasi mulai tahun 2026 atau 2027,” katanya.
Ulil juga menyoroti lemahnya respons PDAM terhadap keluhan masyarakat, terutama pada bulan Ramadan. Menurutnya, gangguan distribusi air pada waktu tersebut sangat berdampak pada aktivitas ibadah warga.
“Air tidak mengalir, masyarakat kesulitan berwudu dan sahur. Ini soal kebutuhan dasar sekaligus ibadah. PDAM harus lebih cepat dan sigap merespons,” tegasnya.
Dari sisi keuangan, DPRD mengungkap potensi pendapatan PDAM Mendalo sebenarnya cukup besar, mencapai sekitar Rp800 juta per bulan. Namun realisasi saat ini baru berkisar Rp500 juta akibat banyaknya meteran air rusak dan infrastruktur yang belum optimal.
“Ada potensi sekitar Rp300 juta per bulan yang hilang. Ini harus segera dibenahi. Percuma bicara pengembangan kalau masalah dasar belum selesai,” kritik Ulil.
Ia juga menilai subsidi Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi sebesar Rp1 miliar per tahun untuk PDAM masih jauh dari cukup, mengingat biaya listrik saja mencapai sekitar Rp1,2 miliar per tahun.
“Fokus kita sekarang jelas: benahi intake, listrik, dan distribusi. Kalau infrastruktur kuat, pelayanan membaik, pendapatan naik, dan PDAM bisa sehat,” pungkasnya.
Perkuat Mesin Partai Menuju 2029, Perindo Jambi Gelar Konsolidasi Internal
Perkuat Mesin Partai Menuju 2029, Perindo Jambi Gelar Konsolidasi Internal
Ketua Fraksi PAN DPRD Muaro Jambi Tekankan Integritas dan Profesionalisme Pejabat Baru
Tambang Ilegal Ancam Air Bersih dan Wisata, Warga Batang Asai Sarolangun Mulai Resah
Aliansi Pemuda Peduli Lingkungan Merangin Pertanyakan Pinjam Pakai BB Alat Berat PETI
Polda Jambi Garap BB Alat Berat PETI Dipinjam Pakai, Kasat Diperiksa Duluan
Iming-Iming Kuota Tambahan Haji, Warga Sabak Barat Rugi Rp235 Juta
Bajing Loncat Kerap Beraksi di Jalan Lintas Simpang Kiri-Geragai
Jurnalis Jambi Nyaris Tewas, Diduga Jadi Target Mafia Rokok Ilegal
