eNewsTimE.id, Muaro Jambi - Dunia pendidikan di Kabupaten Muaro Jambi kembali menjadi sorotan. Seorang tenaga pendidik berinisial AS mengaku mengalami tekanan psikologis dan konflik keluarga setelah surat pribadinya yang berisi evaluasi kinerja diduga dibocorkan oleh Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Muaro Jambi, Suryadi.
Surat yang disebut-sebut hanya untuk bahan introspeksi pribadi itu, menurut AS, justru tersebar ke pihak yang tidak berwenang hingga sampai ke lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar.
“Surat itu berisi catatan evaluasi atas kinerja saya sendiri, bukan untuk konsumsi publik. Tapi justru disebarkan tanpa sepengetahuan saya. Saya merasa harga diri saya diinjak,” ungkap AS dengan suara bergetar.
Akibat dugaan kebocoran tersebut, AS mengaku tak hanya terdampak secara profesional di lingkungan sekolah, tetapi juga dalam kehidupan rumah tangganya. Ia menyebut hubungan dengan istri dan orang tuanya menjadi renggang lantaran muncul salah paham dan tekanan sosial dari lingkungan sekitar.
“Saya tidak hanya kehilangan ketenangan di tempat kerja, tapi juga di rumah. Hubungan saya dengan istri dan orang tua menjadi renggang karena mereka ikut terdampak dari tersebarnya surat itu,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Kasus ini turut mendapat perhatian dari Anggota DPRD Kabupaten Muaro Jambi, Usman Halik. Ia menilai jika benar terjadi, tindakan tersebut sangat tidak beretika dan tidak mencerminkan sikap seorang pimpinan lembaga pendidikan.
“Terkait surat pribadi, seharusnya disampaikan kepada yang bersangkutan dan tidak kepada pihak yang tidak berwenang, agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” tegas Usman.
Ia juga mengingatkan bahwa jabatan kepala sekolah bukanlah alat kekuasaan untuk bertindak semena-mena.
“Saya sangat menyayangkan jika benar hal itu terjadi. Jangan merasa berkuasa dengan posisi kepala sekolah dan bertindak tanpa mempertimbangkan etika. Seharusnya pimpinan bersikap bijaksana dan melindungi bawahannya, bukan sebaliknya,” lanjutnya.
Menurut Usman, kepala sekolah memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kehormatan dan privasi tenaga pendidik di bawah kepemimpinannya. Pelanggaran terhadap privasi, kata dia, tidak hanya mencederai individu, tetapi juga berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan.
Sementara itu, AS berharap persoalan ini dapat menjadi pembelajaran bagi seluruh kepala sekolah dan tenaga pendidik agar lebih berhati-hati dalam menjaga kerahasiaan data pribadi di lingkungan kerja.
“Saya hanya ingin keadilan ditegakkan. Saya tidak ingin orang lain merasakan hal yang sama seperti saya,” tuturnya lirih.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Muaro Jambi, Suryadi, belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan yang dialamatkan kepadanya.
Belajar Strategi Efisiensi 2026, Ade Erma Suryani Sambangi DPRD Sumbar
DPRD Muaro Jambi Terima Kunjungan Sekretariat DPRD Batanghari
Reses Komisi II DPR RI di Jambi, Bupati BBS Dorong Penguatan Regulasi dan Permodalan BUMD
Studi Banding RPJPD, DPRD Batanghari dan Muaro Jambi Perkuat Sinergi Pembangunan 20 Tahun ke Depan
Reses Tuntas, Aspirasi Menggema di Paripurna: DPRD Muaro Jambi Dorong OPD Bergerak Cepat
Ratusan Warga Sekernan Keracunan MBG, DPRD Muaro Jambi Soroti Dugaan Kelalaian SPPG Sengeti
Belajar dari Palembang, DPRD Muaro Jambi Perkuat Strategi Pangan dan Kendalikan Inflasi
Perkuat Tata Tertib, DPRD Muaro Jambi “Belajar” ke Bali Demi Kinerja Lebih Profesional

Jalan Rusak Akibat Sawit? Anggota DPRD Muaro Jambi Minta Pengusaha Tahan Tonase di Sungai Gelam