AWaSI Jambi Akan Demo Petro China Dengan Mengundang Aktivis Tanjabtim

Ungkap Berbagai Persoalan Pengelolaan Migas


Senin, 24 Maret 2025 | 02:25:50 WIB



Awasi Jambi Sewaktu melakukan Aksi Unjuk Rasa di depan Gerbang PetroChina belum lama
Awasi Jambi Sewaktu melakukan Aksi Unjuk Rasa di depan Gerbang PetroChina belum lama

eNewsTimE.id, Jambi - Aliansi Wartawan Siber Indonesia (AWaSI)  Jambi akan melakukan aksi unjuk rasa ( Demo, red )  di kantor PetroChina International Jabung Ltd pada Selasa (25/03/25), besok. 

Sebelumnya AWaSi Jambi telah melaksanakan aksi unjuk rasa di kantor PetroChina beberapa waktu yang lalu, dan besok AWaSI kembali menggelar aksi. Hal ini di sampaikan Ketua Umum AWaSI Jambi Erfan Indriyawan,SP terkait aksi unjuk rasa tersebut pada Senin (24/03/25).

Dimana pada Aksi yang akan dilaksanakan tersebut, AWaSI mengundang sejumlah aktivis Kabupaten Tanjung Jabung Timur untuk turut serta bersama berunjuk rasa di depan Kantor Petro Cina. Erfan berharap, sejumlah aktivis hadir dalam aksi tersebut agar Petro Cina mau mempertanggungjawabkan setiap kegiatan yang diduga merugikan Masyarakat.

" Ada sejumlah persoalan yang ditimbulkan oleh perusahaan migas yang ada di Tanjung Jabung Timur ini,  Diantaranya adalah Sumur Gas Petro Cina tetap beroperasi meski tak memiliki izin ," Ungkap erfan. 

Erfan Indriyawan mengungkapkan hal tersebut, karena dibeberapa waktu yang lalu hal yang sama pernah terjadi. Ada beberapa Sumur Gas miliki Petro Cina pernah di segel oleh Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur. 

Berikut ini daftar persoalan yang di ungkap oleh Ketua Umum AWaSi Jambi, yang harus dipertanggungjawabkan oleh Petro Cina.

Sumur Gas Yang Tak Memiliki Izin 

Bagaimana caranya Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur untuk bisa tahu, yang mana saja Sumur Gas miliki Petro Cina yang sudah tidak produksi dan yang masih produktif. Hal tersebut dapat menentukan Dana Bagi Hasil dari semua Sumur Gas yang ada di Tanjung Jabung Timur. 

Kita mengharapkan tindakan tegas dari pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur untuk kembali mengevaluasi jumlah Sumur Gas miliki Petro Cina yang masih produktif.

Tempat Limbah Tanpa Geo Tekstil 

Beberapa tahun yang lalu sempat terungkap ke publik bahwa kolam penampung limbah milik Petro Cina tanpa ada Geo Tekstil. Limbah tersebut langsung bersentuhan dengan tanah yang dapat meresap kedalam tanah. Lemahnya pengawasan masyarakat, hal yang sama dapat terulang kembali.

Hal tersebut sangat berbahaya karena berpengaruh kepada dampak lingkungan secara langsung dan reklamasi konstruksi perbaikan struktur tanah juga membutuhkan waktu yang sangat lama. 

Limbah tersebut juga dapat mencemari kadar air tanah yang terkontaminasi dengan limbah dari Petro Cina yang berakibat saluran air dan sumur warga mengandung limbah B3.

Rumah Rusak Akibat Pengeboran 

Sejumlah rumah warga mengalami kerusakan akibat Pengeboran Sumur Gas yang dilakukan Petro Cina. Dampak langsung tersebut sangat merugikan masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Puluhan rumah mengalami kerusakan tanpa ada ganti rugi dan pertanggung jawaban dari pihak Petro Cina. Kekecewaan masyarakat tersebut sudah naik disejumlah pemberitaan media agar mendapat perhatian dari Petro Cina. 

Nyatanya, hingga saat ini persoalan tersebut masih bergulir.

Kebakaran Sumur Gas, 3 Meninggal Dunia

Kejadian di Ned 9 yaitu Sumur Meledak dan Kebakaran yang mengakibatkan 3 orang meninggal dunia, hingga kini persoalan tersebut belum selesai. Siapa yg bertanggung jawab? 

Bagaimana dengan warga, yang kehilangan anggota keluarga dan sejauh mana pertanggung jawaban dari Petro Cina masih penuh dengan misteri.

Kelalaian tersebut harus ada yang bertanggung jawab dan ditetapkan menjadi tersangka.

Hutan Kota 11 Milyar Raib

Mengucurkan anggaran sebesar 11 Milyar untuk membangun hutan kota kini hilang tanpa bekas. Uang negara raib dan masyarakat Tanjung Jabung Timur yang sangat dirugikan. Atas dugaan korupsi tersebut, siapa yang bertanggung jawab?

Seharusnya saat ini, masyarakat Tanjung Jabung Timur dapat menghirup udara segar dari hutan kota yang telah dibangun. Nyatanya kini proyek tersebut hanya tinggal kenangan 

Tampung Galian C Ilegal

Perseteruan Petro Cina dengan Dinas Lingkungan Hidup Hidup beberapa waktu yang lalu terkait sumber tanah untuk timbunan kolam limbah milik Petro Cina bersumber dari Galian C ilegal. Negara mengalami kerugian karena tanah galian tidak bayar pajak daerah.

Sejauh mana tanggungan jawab Petro Cina atas persoalan tersebut, dan kini persoalan tersebut hilang tanpa ada kejelasan. 

Bisa jadi, hingga kini Petro Cina masih mengambil tanah galian berasal dari Galian C ilegal. Baik terang - terangan maupun sembunyi - sembunyi. Sebagian tanah bersumber dari tanah yang memiliki izin. Dan sebagian lagi bersumber dari Tanah Galian C ilegal.

Pipa Gas Di Atas Jalan

Sudah seharus dan sepatutnya Pipa Gas disepanjang jalan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur berada di dalam tanah guna mengurangi terjadinya kecelakaan dan kebocoran pipa. 

Seharusnya pipa tersebut berada di dalam tanah guna menghindari kecelakaan dan hal yang berbahaya lainnya. Pipa Gas yang bertaburan disetiap ruas jalan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur menimbulkan rasa kawatir yang mendalam atas bahaya yang ditimbulkan.

Bangun Pelabuhan Tanpa Izin

Petro Cina membangun pelabuhan tahun 2025 tanpa izin dari Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Seakan tak perduli tapi hal tersebut terus berlangsung. 

Harusnya Petro Cina mengurus perizinan terlebih dahulu baru melakukan pembangunan. Bukan membangun dahulu baru mengurus izin, yang hingga kini menuai persoalan.

Dugaan Korupsi Petro Cina 

Sejumlah dugaan korupsi di lingkup Petro Cina masih menjadi sorotan sejumlah aktivis Tanjung Jabung Timur. Mulai dari Hasil audit BPK 60 Milyar masih diproses di Polda Metro Jaya, Dana CSR Fiktif Tahun 2023 masih dalam antrian proses hukum, pengadaan Pipa Gas terindikasi Mark Up,  dan Sejumlah Pekerjaan lainnya. 

Itulah sejumlah persoalan yang disampaikan oleh Erfan Indriyawan. AWaSI meminta pertanggungjawaban Petro Cina untuk dapat menjelaskan persoalan tersebut. 

"Semoga aksi unjuk rasa kami besok dapat dihadiri sejumlah aktivis Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Terimakasih" harap Erfan. 

 

 

 


Penulis: Akhmad
Sumber: eNewsTimE.id

Tagar:

# MUARASABAK

Advertisement