Fose Bersama
eNewsTimE.id, Tanjabtim - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) menggelar kegiatan Sosialisasi dan Advokasi Lembaga Penyedia Layanan Pemberdayaan Perempuan (LPLPP) serta Rapat Koordinasi Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA).
Kegiatan yang berlangsung di ruang Aula Drs. H. Darminto Bappeda Tanjabtim Selasa ( 1/9/26) tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dan koordinasi antara pemerintah, lembaga penyedia layanan, organisasi masyarakat serta berbagai pihak dalam meningkatkan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Kabupaten Tanjabtim.
Kepala Dinsos PPPA Tanjabtim, Jakfar, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa pemberdayaan perempuan merupakan bagian penting dalam pembangunan daerah.
Menurutnya, perempuan tidak hanya sebagai penerima manfaat pembangunan, tetapi juga merupakan sumber daya pembangunan yang memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam berbagai bidang, seperti ekonomi, sosial, pendidikan, politik, kesehatan, serta kehidupan keluarga dan masyarakat.
“Lembaga penyedia layanan pemberdayaan perempuan dapat menjadi mitra pemerintah dalam memberikan edukasi, pendampingan, peningkatan kapasitas, penguatan kemandirian serta membuka akses dan kesempatan bagi perempuan untuk berkembang dan berdaya,” ujar Jakfar.
Ia berharap keberadaan Forum PUSPA dapat semakin memperkuat partisipasi masyarakat dalam mendukung program - program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
“Saya berharap Forum PUSPA dapat menjadi wadah yang mampu menghasilkan gagasan, inovasi, program serta aksi nyata bagi masyarakat, khususnya perempuan,” harapnya.
Sementara itu, Ketua PUSPA Kabupaten Tanjabtim, Maia Sapril, menyampaikan bahwa sinergi dan kolaborasi menjadi hal penting dalam upaya mewujudkan pemberdayaan perempuan.
Menurutnya, perempuan memiliki peran dan fungsi yang beragam, namun mempunyai tujuan yang sama dalam mendukung pembangunan daerah.
“Dengan semangat bersama, kita dapat mewujudkan perempuan yang mandiri, berkualitas, produktif dan memiliki kesempatan yang setara dalam pembangunan,” tuturnya.
Dalam kegiatan tersebut, Yeni Erawati, Sstp, M.H., Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk Provinsi Jambi sebagai nara sumber juga memberikan pemaparan terkait upaya pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak, baik yang terjadi di lingkungan rumah tangga maupun lingkungan masyarakat.
Peserta mendapatkan edukasi mengenai pentingnya pengawasan orang tua terhadap aktivitas anak dalam menggunakan teknologi dan telepon genggam Serta komunikasi baik dalam keluarga.
Selain itu, disampaikan pula pentingnya meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap tindak pidana perdagangan orang (TPPO), khususnya terhadap tawaran pekerjaan yang tidak jelas dan berpotensi merugikan masyarakat.
Pencegahan perkawinan di usia anak juga menjadi bagian dari edukasi yang disampaikan. Masyarakat diingatkan mengenai ketentuan batas minimal usia perkawinan sesuai peraturan perundang-undangan.
Dalam pemaparannya, Yeni juga mengajak seluruh pihak untuk memperhatikan kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas dan lanjut usia, agar mereka tetap mendapatkan hak dan kesempatan dalam pembangunan serta kehidupan bermasyarakat.
" menciptakan lingkungan keluarga yang aman dan harmonis dapat dimulai dari diri sendiri melalui keterbukaan, komunikasi dan sikap saling menerima ," Papar nya.
Dimana penguatan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dinilai menjadi bagian penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia berkualitas menuju Indonesia Emas 2045 dan menghadapi bonus demografi.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Tanjung Jabung Timur Hj. Diah Utami, S.T., M.T. serta unsur terkait lainnya. ( Amd ).