Ketua DPRD Muaro Jambi

Aidi Hatta Soroti Jalur KM 32–39 Mestong

Posted on 2026-06-05 00:37:23 dibaca 23 kali

eNewsTimE.id, Muaro Jambi - Ruas jalan Tanjung Pauh KM 32 hingga KM 39 di Kecamatan Mestong kembali menjadi sorotan. Tingginya angka kecelakaan yang terus terjadi di jalur tersebut memunculkan pertanyaan besar: kapan persoalan jalan rusak dan keselamatan pengguna jalan benar-benar mendapat solusi?

Menanggapi kondisi tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Muaro Jambi, Aidi Hatta, S.Ag., mengakui bahwa kerusakan jalan yang dipadukan dengan tingginya mobilitas kendaraan menjadi faktor utama yang meningkatkan risiko kecelakaan di kawasan tersebut.

“Kondisi saat ini memang sangat rawan. Mobilitas kendaraan sangat tinggi, terutama di wilayah Tanjung Pauh KM 32 hingga KM 39. Banyak kendaraan angkutan batu bara, sawit, dan CPO yang melintas setiap hari sehingga berdampak pada kondisi jalan,” ujar Aidi Hatta.

Menurutnya, persoalan tersebut tidak bisa dilihat hanya dari satu sisi. Selain kondisi jalan yang mengalami kerusakan, tingginya volume kendaraan, rendahnya kesadaran berlalu lintas, hingga banyaknya pengemudi muda yang minim pengalaman turut menjadi faktor penyebab kecelakaan.

“Rawan kecelakaan itu bukan hanya karena jalan rusak. Banyak faktor yang saling berkaitan, mulai dari padatnya kendaraan, kesadaran pengguna jalan yang masih rendah, hingga pengemudi yang belum cukup berpengalaman,” katanya.

Aidi menjelaskan, Kabupaten Muaro Jambi memiliki panjang jalan kabupaten lebih dari 1.120 kilometer yang tersebar di berbagai wilayah. Luasnya jaringan jalan tersebut membuat kebutuhan anggaran perbaikan menjadi sangat besar, sementara kemampuan keuangan daerah masih terbatas.

Lantas, apa yang sudah dilakukan pemerintah?

Aidi mengatakan, Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jambi terkait penanganan ruas jalan yang menjadi kewenangan provinsi. Sementara untuk jalan kabupaten, perbaikan tetap dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah.

Selain itu, pemerintah juga berupaya melibatkan perusahaan-perusahaan yang aktivitas operasionalnya turut berdampak terhadap kondisi jalan.

“Kami sudah berkoordinasi dan meminta bantuan perusahaan-perusahaan yang aktivitasnya berpengaruh terhadap kondisi jalan. Tanjung Pauh KM 32 sampai KM 39 menjadi catatan penting bagi kami karena tingkat mobilitasnya memang sangat tinggi,” tegasnya.

Di tengah upaya tersebut, Aidi mengungkap fakta yang cukup memprihatinkan. Saat ini, lebih dari 50 persen kondisi jalan kabupaten di Muaro Jambi mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan yang beragam.

Persoalan lain yang turut menjadi keluhan masyarakat adalah minimnya lampu penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah ruas jalan lintas. Menurut Aidi, kebutuhan pemasangan penerangan untuk jalan sepanjang lebih dari seribu kilometer membutuhkan anggaran besar sehingga harus dilakukan secara bertahap.

“Kami terus menganggarkan pemasangan lampu penerangan secara bertahap. Tahun-tahun sebelumnya sudah dilakukan di beberapa wilayah seperti Sungai Gelam dan Kumpeh. Untuk titik-titik yang belum terjangkau, akan kami koordinasikan kembali dengan Dinas Perhubungan,” jelasnya.

Tingginya angka kecelakaan belakangan ini, kata Aidi, menjadi alarm serius bagi semua pihak. Bahkan dalam dua hari berturut-turut, dua kecelakaan maut terjadi di wilayah Muaro Jambi dan merenggut korban jiwa.

“Belum lama ini di Kecamatan Sekernan, satu keluarga terdiri dari suami, istri, dan anak meninggal dunia akibat kecelakaan. Keesokan harinya di Senaung, seorang pemuda berusia 26 tahun juga meninggal di lokasi kejadian. Hampir setiap minggu ada kecelakaan yang terjadi,” ungkapnya.

Karena itu, ia menilai persoalan keselamatan lalu lintas tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran seluruh pengguna jalan.

Di akhir keterangannya, Aidi mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, serta mengurangi kecepatan di kawasan permukiman maupun saat terdapat aktivitas masyarakat.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk berhati-hati saat berkendara. Keselamatan harus menjadi prioritas bersama,” pesannya.

Ia juga mengingatkan bahwa banyak kendaraan lintas provinsi yang melintasi jalur Muaro Jambi dengan kondisi pengemudi yang telah menempuh perjalanan jauh dan berpotensi mengalami kelelahan.

Pertanyaannya kini, mampukah perbaikan infrastruktur, penambahan penerangan jalan, dan meningkatnya kesadaran berlalu lintas menekan angka kecelakaan di jalur yang selama ini dikenal rawan tersebut? Masyarakat tentu berharap jawabannya tidak lagi harus dibayar dengan korban jiwa.

Penulis: Toha
Editor: Akhmad S F
Sumber: eNewsTimE.id
beritajambi.co

Alamat: Jl. A. Yamin No. 141 Kec. Kotabaru Paal V

Telpon: 0741 - 23330

E-Mail: enewstime@gmail.com