Istimewa
eNewsTime.id, Tanjabtim - Suasana hangat dan penuh keakraban terasa di ruang kerja Kapolres Tanjung Jabung Timur, Jumat pagi (22/5/2026). Kedatangan jajaran Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online (PD IWO) Kabupaten Tanjabtim disambut langsung oleh Kapolres Tanjabtim, Ade Candra.
Pertemuan bernuansa santai tersebut berubah menjadi diskusi penuh makna yang menyoroti pentingnya sinergitas antara aparat penegak hukum dan insan pers dalam menjaga stabilitas keamanan serta keterbukaan informasi di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Kapolres didampingi Kasat Intelkam, Yulifitri Adi. Percakapan berlangsung cair namun sarat pesan moral dalam kebersamaan.
Kapolres menegaskan bahwa tugas kepolisian saat ini tidak hanya fokus pada penindakan tindak kriminal dan menjaga ketertiban umum, tetapi juga aktif menjalankan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Selain menjalankan tugas pokok kepolisian, kami juga tenggah menjalankan sejumlah kegiatan sosial dalam rangka Hari Bhayangkara dan Hari Raya Idul Adha,” ujar Ade Candra.
Namun, di tengah perbincangan tersebut, ada satu kalimat yang menjadi perhatian para pengurus IWO. Dengan nada tenang namun tegas, Kapolres menyampaikan pesan moral yang dinilai sangat relevan dengan kondisi sosial saat ini.
“Jangan membenarkan kebiasaan, biasakan menyampaikan kebenaran.” Kalimat singkat itu sontak menciptakan suasana reflektif dalam pertemuan tersebut.
Pesan itu dinilai bukan sekadar ungkapan biasa, melainkan ajakan moral bagi semua pihak, untuk tetap menjaga integritas dan keberanian menyampaikan fakta.
Pertemuan itu sekaligus memperlihatkan eratnya hubungan kemitraan antara Polri dan media dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Ketua PD IWO Tanjabtim, Akhmad Sulian Firdaus, yang hadir bersama Wakil Ketua Rizon, Bendahara Ramzi, serta anggota Muslimin, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari Kapolres Tanjabtim.
Menurutnya, komunikasi dan sinergitas antara kepolisian dan wartawan menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana daerah yang aman dan informatif.
“Sinergitas ini wujud kemitraan yang erat antara insan pers bersama Polri ” ujar Akhmad.
Pertemuan sederhana tersebut pun menjadi simbol kuat bahwa kolaborasi antara aparat penegak hukum dan media bukan hanya soal hubungan kelembagaan, tetapi juga tentang menjaga kepercayaan publik melalui informasi yang benar, berimbang, dan bertanggung jawab. ( Tim ).